Kamis, 28 April 2016

Catatan Perjalanan Kuliah Lapangan Karang Sambung

Catatan Perjalanan Kuliah Lapangan Karang Sambung Teknik Geofisika ITS (10-16 April 2016)
Lagu “Uptown Funk” memecah sunyinya pagi membangunkan Anggota Kontrakan PKC (Pria Kebumian Cuk) TG3 dari tidur lelapnya. Bergegas berebut kamar mandi membersihkan diri. Membawa semua perlengkapan dan memasukkan sepeda motor dalam kontrakan. Mengunci pintu dan gerbang. 10 pasukan kontrakan turun ke jalanan naik ke taksi dan berangkat ke stasiun Gubeng. HARI INI KAMI BERANGKAT KULIAH LAPANGAN KE KARANG SAMBUNG!!!!! (Wenak REK!!)

Karang Sambung merupakan suatu kecamatan di Kabupaten Kebumen Provinsi Jawa Tengah. Bagi para geologist Karang Sambung merupakan daerah yang menjadi surge untuk pembelajaran Petrologi. Karang Sambung dulunya merupakan bagian dari kerak samudera yang terangkat ke permukaan.

Mengapa harus ke Karang Sambung? Mengapa tidak ke tempat lain? Apa sih keistimewaan Karang Sambung? Karang Sambung memiliki Struktur geologi dan geomorfologi yang unik, di sana terdapat berbagai jenis batuan yang tersingkap mulai dari batuan beku, batuan metamorf, dan batuan sedimen. Jadi untuk para Geosainstis disarankan datang ke tempat ini.  Karang Sambung sendiri berada di zona subduksi. Batuan yang terbentuk ataupun tersedimentasi di kerak samudera terangkat di Karang Sambung tersingkap ke permukaan. Di Karang Sambung terdapat batuan-batuan yang berbeda beda sesuai dengan formasi batuannya. Formasi batuan akan dijelaskan dalam catatan perjalanan ini.Alasan yang berikutnya adalah karena Karang Sambung dekat dengan ITS (Seriusan..!!!!). Jarak Antara ITS dengan Karang Sambung (Kampus LIPI Geological Center) hanya berkisar 400 km. Jika perjalanan ditempuh dengan kereta api berarti hanya membutuhkan waktu sekitar 7-8 Jam (ternyata agak jauh) tapi jika dibandingkan dengan tempat lain yang menyediakan struktur geologi, geomorfologi, dan jenis batuan yang tersingkap di Karang Sambung, Karang Sambung menjadi pilihan yang tepat. Terlepas dari itu, yakinlah untuk belajar Geologi Struktur di Karang Sambung sangatlah menyenangkan dan menambah pengetahuan.

Sebelum 10 April 2016

TG3 sebagai pengambil mata kuliah Geologi Struktur diwajibkan untuk mengikuti Kuliah Lapangan Karang Sambung. Kepanitian telah dibentuk jauh-jauh hari, Moh. Fani Fakhturohman (Selanjutnya akan dipanggil petis) menjadi ketua panitia Kuliah Lapangan Karang Sambung.  Petis melakukan tugasnya dengan sangat baik. Untuk pengumpulan dana dibentuk tim Dana Usaha dan Sponsorship. Seluruh peserta Kuliah Lapangan dilibatkan dalam pengumpulan dana. Mulai dari menjual makanan, minuman, hingga pakaian bekas. Sumbangan dari orangtua mahasiswa pun mengalir dan beberapa hari sebelum Kuliah lapangan kami mendapatkan dana dari sebuah perusahaan. Sebelumnya telah dikalkulasikan bahwa pengeluaran akan mencapai 900 ribu rupiah per orangnya. Ditambah dengan dana Jurusan untuk kuliah lapangan kami tidak dapat dicairkan karena “ada masalah”. Danus dan sponsorship berhasil mengumpulkan dana dan berhasil memotong pengeluaran sebesar 50% (LUAR BIASA, tepuk tangan buat tim danus dan sponsorship prok..prok..prok..)

Untuk mengikuti kuliah lapangan ini juga dibutuhkan fisik yang baik, untuk itu Kajur Teknik Geofisika Pak Widya Utama memberikan persyaratan bahwa peserta Kuliah Lapangan harus memiliki kebuugaran fisik yang baik dan akan di tes 4 hari sebelum keberangkatan. Kamis, 8 April 2016 dilakukan tes untuk fisik, mulai dari Lari keliling lapangan 5 putaran tidak boleh lebih dari 13 menit , Sit-up, Skot-jump, push-up masing-masing 2 menit dan harus melewati batas minimal. Ternyata ada 26 orang yang gagal dan harus mengikuti remidi keesokan harinya dan ternyata semua dinyatakan lulus.

Kami dibagi menjadi 6 kelompok dengan pembagian anggota 10-11 per kelompok. Ketua dari setiap kelompok di dominasi oleh anggota UGC ( Useless Gebang Community). Ya untuk kali ini PKC tidak ikut campur dulu.
(bersambung...)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar