Catatan Perjalanan Kuliah Lapangan Karang
Sambung Teknik Geofisika ITS (10-16 April 2016)

Lagu
“Uptown Funk” memecah sunyinya pagi membangunkan Anggota Kontrakan PKC (Pria
Kebumian Cuk) TG3 dari tidur lelapnya. Bergegas berebut kamar mandi
membersihkan diri. Membawa semua perlengkapan dan memasukkan sepeda motor dalam
kontrakan. Mengunci pintu dan gerbang. 10 pasukan kontrakan turun ke jalanan
naik ke taksi dan berangkat ke stasiun Gubeng. HARI INI KAMI BERANGKAT KULIAH
LAPANGAN KE KARANG SAMBUNG!!!!! (Wenak REK!!)
Karang
Sambung merupakan suatu kecamatan di Kabupaten Kebumen Provinsi Jawa Tengah.
Bagi para geologist Karang Sambung
merupakan daerah yang menjadi surge untuk pembelajaran Petrologi. Karang
Sambung dulunya merupakan bagian dari kerak samudera yang terangkat ke
permukaan.
Mengapa
harus ke Karang Sambung? Mengapa tidak ke tempat lain? Apa sih keistimewaan Karang Sambung? Karang Sambung memiliki Struktur
geologi dan geomorfologi yang unik, di sana terdapat berbagai jenis batuan yang
tersingkap mulai dari batuan beku, batuan metamorf, dan batuan sedimen. Jadi
untuk para Geosainstis disarankan datang ke tempat ini. Karang Sambung sendiri berada di zona
subduksi. Batuan yang terbentuk ataupun tersedimentasi di kerak samudera
terangkat di Karang Sambung tersingkap ke permukaan. Di Karang Sambung terdapat
batuan-batuan yang berbeda beda sesuai dengan formasi batuannya. Formasi batuan
akan dijelaskan dalam catatan perjalanan ini.Alasan yang berikutnya adalah
karena Karang Sambung dekat dengan ITS (Seriusan..!!!!). Jarak Antara ITS
dengan Karang Sambung (Kampus LIPI Geological Center) hanya berkisar 400 km.
Jika perjalanan ditempuh dengan kereta api berarti hanya membutuhkan waktu
sekitar 7-8 Jam (ternyata agak jauh) tapi jika dibandingkan dengan tempat lain
yang menyediakan struktur geologi, geomorfologi, dan jenis batuan yang
tersingkap di Karang Sambung, Karang Sambung menjadi pilihan yang tepat.
Terlepas dari itu, yakinlah untuk belajar Geologi Struktur di Karang Sambung
sangatlah menyenangkan dan menambah pengetahuan.
Sebelum 10
April 2016
TG3 sebagai
pengambil mata kuliah Geologi Struktur diwajibkan untuk mengikuti Kuliah
Lapangan Karang Sambung. Kepanitian telah dibentuk jauh-jauh hari, Moh. Fani
Fakhturohman (Selanjutnya akan dipanggil petis) menjadi ketua panitia Kuliah
Lapangan Karang Sambung. Petis melakukan
tugasnya dengan sangat baik. Untuk pengumpulan dana dibentuk tim Dana Usaha dan
Sponsorship. Seluruh peserta Kuliah Lapangan dilibatkan dalam pengumpulan dana.
Mulai dari menjual makanan, minuman, hingga pakaian bekas. Sumbangan dari
orangtua mahasiswa pun mengalir dan beberapa hari sebelum Kuliah lapangan kami
mendapatkan dana dari sebuah perusahaan. Sebelumnya telah dikalkulasikan bahwa
pengeluaran akan mencapai 900 ribu rupiah per orangnya. Ditambah dengan dana
Jurusan untuk kuliah lapangan kami tidak dapat dicairkan karena “ada masalah”.
Danus dan sponsorship berhasil mengumpulkan dana dan berhasil memotong
pengeluaran sebesar 50% (LUAR BIASA, tepuk tangan buat tim danus dan
sponsorship prok..prok..prok..)
Untuk
mengikuti kuliah lapangan ini juga dibutuhkan fisik yang baik, untuk itu Kajur
Teknik Geofisika Pak Widya Utama memberikan persyaratan bahwa peserta Kuliah
Lapangan harus memiliki kebuugaran fisik yang baik dan akan di tes 4 hari sebelum
keberangkatan. Kamis, 8 April 2016 dilakukan tes untuk fisik, mulai dari Lari
keliling lapangan 5 putaran tidak boleh lebih dari 13 menit , Sit-up,
Skot-jump, push-up masing-masing 2 menit dan harus melewati batas minimal.
Ternyata ada 26 orang yang gagal dan harus mengikuti remidi keesokan harinya
dan ternyata semua dinyatakan lulus.
Kami dibagi
menjadi 6 kelompok dengan pembagian anggota 10-11 per kelompok. Ketua dari
setiap kelompok di dominasi oleh anggota UGC ( Useless Gebang Community). Ya
untuk kali ini PKC tidak ikut campur dulu.
(bersambung...)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar